Rabu, 17 Oktober 2012









Menjadi Seorang Konsultan Pendidikan (Independen)

Hari ini, tepat 20 tahun, 2 bulan, 20 hari, yang lalu aku resmi menjadi guru pada sekolah formal. Dalam kurun waktu itu telah belasan sekolah aku bekerja dan mengabdi di dalamnya, mulai dari sekolah kafir (non muslim), negeri, sampai sekolah Islam. Mulai dari sekolah yang kaya raya dengan SPP siswa jutaan rupiah per bulan hingga sekolah dhuafa yang gratis, bahkan antri sembako setiap bulan. Mulai dari sekolah kampung sampai sekolah kota (Jakarta). Mulai dari Taman Kanak-kanak, SD, SMP, SMA, SMK, hingga Perguruan Tinggi. Bahkan kursus, lembaga terapi, dan bimbingan belajar pun pernah.

Lalu apa lagi, ...

Mungkin sudah dengan ribuan siswa dan orang tua siswa bergaul. Hampir pasti ratusan guru dan komunitas pendidikan telah diikuti, ... dengan segala susah dan senangnya.

Maka, hari ini layaklah bila aku menDEKLARASIkan diri sebagai seorang KONSULTAN Pendidikan, yang meskipun harus berjalan sendiri tanpa tim.

Aku seorang KONSULTAN Pendidikan, ...
Ayo, siapa yang perlu bantuanku ?

Sekolah Internasional ?

Asli, semakin lama aku jadi semakin khawatir dan bertambah bingung. Meski awalnya sangat bangga menjadi bagian dari yang namanya Sekolah Internasional / International School. Dalam beberapa minggu ini, tiba-tiba aku diberondong dengan puluhan pertanyaan dari pikiran bawah sadarku sendiri. Bahkan bukan dari orang lain. Beberapa pertanyaan itu adalah ; Apa itu International School ? Siapa yang paling menyatakan lebel nya ? Apa bedanya dengan National School ? Untuk apa perbedaan itu dikejar dan bahkan diagung-agungkan ? ,  .... dan seterusnya.
Beberapa pakar telah mencoba membuat batasan-batasan. Namun, faktanya satu dari yang lain prakteknya tetap saja sama. Sekolah, apa pun namanya memiliki ke-khas-an yang hampir mirip ; ruang kelas, bangku, papan tulis, lapangan, perpustakaan, laboratorium, dan seterusnya. Jika seandainya kriteria International School itu sebuah kepingan puzzle, barangkali tidak akan pernah ada satu sekolah pun yang cocok tepat diletakkan di dalamnya. Sekali lagi, di mana bedanya ?